Top News



Pusat Kegiatan Gugus ( PKG) Kecamatan Trangkil bekerjasama dengan Progam Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi Guru PAUD  agar menjadi guru yang lebih professional dan mandiri.
Memasuki Tahun Akademik Baru 2018/2019, beberapa waktu lalu Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengadakan kegiatan sarasehan dan silaturahmi dengan para mahasiswa baru PIAUD. Sarasehan ini memiliki tujuan untuk perkenalan satu dengan yang lain, baik antar sesama mahasiswa ataupun mahasiswa dengan pihak pengelola Prodi, maupun dengan apa yang ada pada Prodi PIAUD itu sendiri (sistem pembelajaran, jadwal, dosen, pembagian kelas dan seterusnya). Selain sarasehan dan silaturahmi, juga diadakan sosialisasi terkait Sistem Informasi Kampus dan Pengelolaan Perpustakaan oleh pihak PSIK dan pegawai perpus.






- Visi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yaitu:

Menjadi pusat pendidikan dan riset pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai pesantren pada tahun 2025



- Untuk menjabarkan dan mencapai Visi di atas, PS PIAUD memiliki misi:

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran bidang kependidikan anak usia dini secara profesional, terpadu, efektif.
  2. Mengembangkan kajian dan riset bidang kependidikan anak usia dini.
  3. Mengembangkan budaya akademis yang kondusif bagi dosen untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dan karirnya sebagai tenaga fungsional di tingkat pendidikan tinggi.
  4. Mengembangkan budaya akademis yang kondusif bagi pengembangan diri dan potensi mahasiswa sehingga mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
  5. Melaksanakan tata kelola yang baik sebagai institusi pendidikan dengan berpegang pada prinsip-prinsip penjaminan mutu.  
  6. Menjalin kerja sama secara produktif pada skala lokal, nasional, dan internasional bidang pengabdian, serta keilmuan dan kependidikan anak usia dini


Narasumber saat memaparkan materi

"Tidak dapat dipungkiri jika anak autis bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja tanpa memandang warna kulit, status sosial, status ekonomi dan sebaginya. Semua memiliki "peluang" yang sama untuk menjadi autis. Namun bukan berarti anak autis itu tidak bisa disembuhkan. Di lapangan telah ditemukan fakta tentang anak autis yang bisa hidup normal setelah melewati berbagai macam terapi. Tentunya dengan mempertimbangkan dari berat / ringannya gangguan, kecepatan diagnosis dan terapi yang didapat, usia saat menderita, dan kemampuan IQ nya" ungkap Bapak M. Yasin, Founder Sekolah Autis Yayasan Bina Anggita yang dipercaya menjadi narasumber Kuliah Umum "Pendidikan Anak Autis" yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA pada Sabtu (12/5).




Kamis (10/5) mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memanfaatkan libur tanggal merah dengan praktik dan mengampanyekan permainan-permainan tradisional yang akhir-akhir ini sudah mulai ditinggalkan.
Sumiyati, M.Pd.I selaku dosen pembimbing menjelaskan jika kegiatan ini merupakan sebuah bentuk tanggungjawab dari Prodi PIAUD yang memiliki fokus terhadap pendidikan anak usia dini untuk mengajak para guru PAUD dan orangtua mengenalkan permainan-permainan tradisional kepada putera-puterinya. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap tayangan televisi maupun segala permainan di gadget "tutur dosen yang akrab disapa Bu Atik ini.
Beberapa permainan tradisional yang dipraktekkan seperti sumamanda, dakon, cublak-cublak suweng, bakiak, ular naga dan jamuran.
Permainan-permainan ini menurut Bu Atik memiliki banyak manfaat. Selain untuk melestarikan budaya lokal, permainan tradisional juga dapat meningkatkan kemampuan motorik anak, menjaga kesehatan anak karena banyak bergerak, adanya nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan sebagainya.
Galeri tentang penyerahan sertifikat Diklat Dasar yang diadakan oleh PIAUD IPMAFA pada Kamis (19/4) kemarin. 
Registrasi Peserta

Pembagian sertifikat per kelompok

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IPMAFA

Pemandu acara memberikan sambutannya

Foto bersama perwakilan peserta Diklat



Kekerasan seksual pada anak, munculnya prilaku pedofil, serta banyaknya anak anak yang berperilaku "tidak sebagaimana mestinya seorang anak" sedikit banyak didasari karena kurangnya pemahaman pendidikan sex yang dimiliki oleh para orang tua. Sejauh ini pendidikan seks masih dianggap masih tabu, sehingga anak mencari jawaban atas rasa "penasaran" nya lewat caranya sendiri. 
Menjadi Salah Satu Pengisi Acara
Rabu (4 April ) Prodi PIAUD IPMAFA turut hadir dalam kegiatan Pertemuan Program Studi PIAUD Se Indonesia yang dilaksanakan di STAI Al-Hikmah Tuban. Selain pertemuan dan rapat tahun antar pengurus Asosiasi, dalam kegiatan tersebut diadakan pula Seminar Nasional, Diskusi Ke PAUD an dengan Bapak Munif Chatib serta penandatanganan MoU antar Prodi PIAUD Se Indonesia. 

Diskusi dengan Bapak Munif Chatib





Penandatanganan MoU




Rapat Tahunan