Top News






Sabtu (1/12) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA mengadakan kegiatan Pelepasan Calon Wisudawan Prodi PIAUD angkatan 2014. Kegiatan  ini dimaksudkan untuk menjadi media perpisahan antara Program Studi dengan mahasiswa yang rencananya akan di wisuda pada tanggal 16 Desember 2018. Bertempat di Aula Kampus IPMAFA, kegiatan ini dihadiri oleh 80 mahasiswa calon wisudawan Prodi PIAUD, Kaprodi dan Sekprodi, serta Bapak Dekan Fakultas Tarbiyah.

 Dalam rangka menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang dunia anak, mahasiswa semester III  prodi PIAUD IPMAFA mengadakan kunjungan belajar ke beberapa tempat di Jogjakarta.          Kegiatan yang dilakukan mulai tanggal 18 - 19 November 2018 ini diadakan di dua tempat. Pertama  di Pantai Parangtritis yang diisi dengan kegiatan Outbound kemudian dilanjut dengan “Sarasehan Berkisah” bersama kak Ari dan kak  Sarmidi dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) dengan tema "Mendidik Generasi Berkah Dengan Metode Berkisah" di Pendopo Joglo Parangtritis, Bantul Yogyakarta.




Pada tanggal 22 Oktober 2018 mahasiswi PPL PIAUD IPMAFA Pati ikut berpartisipasi dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Yayasan Safinatul Huda Kemojan Karimunjawa. Upacara diikuti seluruh siswa dan siswi serta guru lembaga Yayasan Safinatul Huda mulai dari lembaga RA hingga Madrasah Aliyah.
            Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional, upacara digelar untuk mengenang jasa para pahlawan serta menumbuhkan rasa nasionalisme yang diharapkan muncul dari dalam diri siswa siswi Yayasan Safinatul huda. Dalam sambutannya,  pembina upacara menyampaikan amanat dari Bapak Lukman Hakim Saifuddin  selaku Mentri Agama RI pada Upacara Hari Santri 22 Oktober 2018. Dalam kutipannya:
            Melalui Upacara Hari Santri kali ini, saya ingin menyampaikan bahwa Kementrian Agama pada peringatan tahun 2018 mengusung tema bersama santri damailah negeri..........”
            Seremonial upacara ditutup dengan menyanyikan lagu-lagu islami yang kental akan nasionalisme, yaitu Ya Lal Wathon serta Mars Hari Santri yang diiukti seluruh peserta upacara dengan semangat dan penuh rasa haru. Diharapkan dengan adanya acara seperti ini akan tumbuh nasionalisme dengan ideologi Islam yang tinggi dari siswa siswi yayasan Safinatul Huda.


Pusat Kegiatan Gugus ( PKG) Kecamatan Trangkil bekerjasama dengan Progam Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi Guru PAUD  agar menjadi guru yang lebih professional dan mandiri.
Memasuki Tahun Akademik Baru 2018/2019, beberapa waktu lalu Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengadakan kegiatan sarasehan dan silaturahmi dengan para mahasiswa baru PIAUD. Sarasehan ini memiliki tujuan untuk perkenalan satu dengan yang lain, baik antar sesama mahasiswa ataupun mahasiswa dengan pihak pengelola Prodi, maupun dengan apa yang ada pada Prodi PIAUD itu sendiri (sistem pembelajaran, jadwal, dosen, pembagian kelas dan seterusnya). Selain sarasehan dan silaturahmi, juga diadakan sosialisasi terkait Sistem Informasi Kampus dan Pengelolaan Perpustakaan oleh pihak PSIK dan pegawai perpus.






- Visi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yaitu:

Menjadi pusat pendidikan dan riset pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai pesantren pada tahun 2025



- Untuk menjabarkan dan mencapai Visi di atas, PS PIAUD memiliki misi:

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran bidang kependidikan anak usia dini secara profesional, terpadu, efektif.
  2. Mengembangkan kajian dan riset bidang kependidikan anak usia dini.
  3. Mengembangkan budaya akademis yang kondusif bagi dosen untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dan karirnya sebagai tenaga fungsional di tingkat pendidikan tinggi.
  4. Mengembangkan budaya akademis yang kondusif bagi pengembangan diri dan potensi mahasiswa sehingga mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
  5. Melaksanakan tata kelola yang baik sebagai institusi pendidikan dengan berpegang pada prinsip-prinsip penjaminan mutu.  
  6. Menjalin kerja sama secara produktif pada skala lokal, nasional, dan internasional bidang pengabdian, serta keilmuan dan kependidikan anak usia dini


Narasumber saat memaparkan materi

"Tidak dapat dipungkiri jika anak autis bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja tanpa memandang warna kulit, status sosial, status ekonomi dan sebaginya. Semua memiliki "peluang" yang sama untuk menjadi autis. Namun bukan berarti anak autis itu tidak bisa disembuhkan. Di lapangan telah ditemukan fakta tentang anak autis yang bisa hidup normal setelah melewati berbagai macam terapi. Tentunya dengan mempertimbangkan dari berat / ringannya gangguan, kecepatan diagnosis dan terapi yang didapat, usia saat menderita, dan kemampuan IQ nya" ungkap Bapak M. Yasin, Founder Sekolah Autis Yayasan Bina Anggita yang dipercaya menjadi narasumber Kuliah Umum "Pendidikan Anak Autis" yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA pada Sabtu (12/5).




Kamis (10/5) mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memanfaatkan libur tanggal merah dengan praktik dan mengampanyekan permainan-permainan tradisional yang akhir-akhir ini sudah mulai ditinggalkan.
Sumiyati, M.Pd.I selaku dosen pembimbing menjelaskan jika kegiatan ini merupakan sebuah bentuk tanggungjawab dari Prodi PIAUD yang memiliki fokus terhadap pendidikan anak usia dini untuk mengajak para guru PAUD dan orangtua mengenalkan permainan-permainan tradisional kepada putera-puterinya. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap tayangan televisi maupun segala permainan di gadget "tutur dosen yang akrab disapa Bu Atik ini.
Beberapa permainan tradisional yang dipraktekkan seperti sumamanda, dakon, cublak-cublak suweng, bakiak, ular naga dan jamuran.
Permainan-permainan ini menurut Bu Atik memiliki banyak manfaat. Selain untuk melestarikan budaya lokal, permainan tradisional juga dapat meningkatkan kemampuan motorik anak, menjaga kesehatan anak karena banyak bergerak, adanya nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan sebagainya.