Top News

Galeri tentang penyerahan sertifikat Diklat Dasar yang diadakan oleh PIAUD IPMAFA pada Kamis (19/4) kemarin. 
Registrasi Peserta

Pembagian sertifikat per kelompok

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IPMAFA

Pemandu acara memberikan sambutannya

Foto bersama perwakilan peserta Diklat



Kekerasan seksual pada anak, munculnya prilaku pedofil, serta banyaknya anak anak yang berperilaku "tidak sebagaimana mestinya seorang anak" sedikit banyak didasari karena kurangnya pemahaman pendidikan sex yang dimiliki oleh para orang tua. Sejauh ini pendidikan seks masih dianggap masih tabu, sehingga anak mencari jawaban atas rasa "penasaran" nya lewat caranya sendiri. 
Menjadi Salah Satu Pengisi Acara
Rabu (4 April ) Prodi PIAUD IPMAFA turut hadir dalam kegiatan Pertemuan Program Studi PIAUD Se Indonesia yang dilaksanakan di STAI Al-Hikmah Tuban. Selain pertemuan dan rapat tahun antar pengurus Asosiasi, dalam kegiatan tersebut diadakan pula Seminar Nasional, Diskusi Ke PAUD an dengan Bapak Munif Chatib serta penandatanganan MoU antar Prodi PIAUD Se Indonesia. 

Diskusi dengan Bapak Munif Chatib





Penandatanganan MoU




Rapat Tahunan




 Rabu (21/3) Kaprodi PIAUD IPMAFA bertemu dengan Bapak Ahmadi, S.Pd, MM selaku Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan untuk menandatangani nota kerjasama antara Prodi PIAUD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati


Sabtu, (3/2) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) bekerjasama dengan Yayasan Luthful Ulum Pasucen menyelenggarakan Sarasehan yang bertema "Ayo....Hidup Sehat"di RA LUTHFUL ULUM. Hadir dalam sarasehan tersebut para wali murid RA, Kepala Sekolah, Ketua Yayasan, Pendidik dan anak didik RA, serta siswa-siswi kelas XII MA Luthful Ulum.

Kamis (25/1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA Semester V mengadakan kunjungan ke Lembaga Pendidikan Usia Dini Nasima Semarang. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) 1 yang harus dijalani oleh mahasiswa di semester ini. 


Diakui atau tidak, keberadaan cerita-cerita anak bernuansa agama saat ini masih sangat kurang "populer" di kalangan masyarakat luas. Padahal banyak sekali cerita-cerita bagus bagi anak yang bernafaskan islami serta memiliki nilai-nilai pembelajaran yang penting bagi pembentukan karakter nya kelak. Misalkan cerita tentang kisah-kisah Nabi, kisah-kisah pahlawan Islam masa lalu, kisah tokoh-tokoh Islam Indonesia dan lainnya. Justru yang banyak beredar di masyarakat ialah kisah-kisah khayalan, fiksi tak jelas, yang terkadang membingungkan dan tak banyak memberikan nilai-nilai pembelajaran untuk membentuk karakter bagi anak.
 "Orangtua merupakan sosok yang paling berpengaruh terhadap perkembangan anak. Orangtua yang cerdas akan menghasilkan generasi yang cerdas, namun begitu juga sebaliknya. Ketika orangtua mencontohkan hal-hal buruk kepada anak, maka anak pun akan mengikutinya. Contoh ketika orangtua bilang ke anak jika TV yang ada di rumah itu rusak, namun ketika mau dijual ke orang lain, orangtua bilang ke pembeli jika TV itu bagus dan si anak menyaksikan hal itu, maka kelak si anak akan tumbuh menjadi seorang yang peragu. Begitu pula ketika ayah dan ibu tidak kompak dalam memutuskan suatu hal untuk anak, maka anak akan mengecap salah satu dari mereka jahat dan salah satunya lagi baik. Begitulah nanti perkembangan anak jika tidak memperhatikan pengasuhannya yang baik" ungkap Ahmadi, S.Pd, MM Kabid PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Pati yang didaulat sebagai narasumber dalam kegiatan Parenting tentang Pentingnya Pola Asuh Orangtua dalam Perkembangan Anak yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA bekerjasama dengan Teater Madrasah MMH Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi Pada Jum'at (19/1).