PURWOREJO (20/3) – Pendidikan Calistung (baca, tulis dan berhitung) pada anak usia dini khususnya anak di bawah 7 tahun menjadi perhatian serius bagi para pegiat PAUD sampai sekarang. Pro-kontra tentang boleh-tidaknya Calistung setidaknya cukup meresahkan para orang tua yang ingin anaknya berkembang dengan baik. Hal ini yang mendorong BEM Prodi PGRA Staimafa menyelenggarakan program Parenting di PAUD Terpadu An-Nismah Pati. Acara yang diikuti oleh para orang tua anak berlangsung gedung PAUD An-Nismah, Ngemplak dengan tema “CALISTUNG DI PAUD BOLEH KAH???”.
Ibu Sumiyati, M.Pd.I, yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa boleh tidaknya pengajaran Calistung bergantung pada dua hal, pertama terkait dengan kemampuan seorang pendidik atau orang tua dalam memahami langkah atau metode pembelajaran AUD, kedua harus melihat kesiapan anak dalam segi mental & kognitifnya. Pengajaran Calistung tanpa memenuhi dua indikator tersebut hanya akan membuat anak merasa tertekan. Mungkin anak bisa membaca, menulis dan berhitung, tetapi anak tidak menyukainya.
Sumiyati memaparkan lebih lanjut bahwa ada beberapa langkah untuk menstimulasi anak dalam kemampuan calistung yaitu:
  1. Tahap Klasifikasi, dimana anak belajar mengenal persamaan dan perbedaan objek, seperti mengklasifikasikan objek besar dan kecil, panjang dan pendek.
  2. Tahap Seriasi: yaitu anak belajar mengurutkan objek, seperti mengurutkan objek dari panjang ke pendek, besar ke kecil.
  3. Tahap Korespondensi: anak belajar mengenal pasangan dari suatu objek, seperti pasangan sepatu kanak dan kiri.
  4. Tahap Konservasi: anak belajar mengetahui objek meskipun objek dipindah ke tempat lain, seperti benda cair.
Menanggapi anggapan bahwa Calistung tidak boleh diajarkan pada anak usia dini, Dosen senior PGRA ini menyampaikan bahwa tuntutan dari jenjang pendidikan lanjut (sekolah dasar) yang mewajibkan anak didik harus sudah bisa membaca, menulis dan berhitung setidaknya dapat diberikan solusi tanpa mempengaruhi perkembangan anak secara baik.
Orangtua dimanapun pasti akan khawatir jika anak belum bisa Calistung padahal anak akan masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Jadi jalan keluarnya dapat dilakukan dengan memilih sekolah atau lembaga pendidikan yang tepat, juga dengan adanya konsistensi dari anggota keluarga (bapak,ibu, nenek, semua) untuk tidak memaksa anak belajar calistung tetapi lebih pada menstimulasi Calistung melalui 4 tahap diatas dengan cara yang menyenangkan.
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours