In: Latest Info

PATI – Sebagai bahasa yang menjadi pengantar dalam pembelajaran, Bahasa Indonesia perlu dipahami secara utuh dan benar. Untuk membuktikan kemampuan tersebut, calon guru yang kini tengah meniti ilmu di Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (Staimafa) Pati diuji kemahiran berbahasa Indonesia, awal pekan ini.
Kegiatan itu merupakan rangkaian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan Bahasa Indonesia antara Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) Staimafa dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. ‘’Bahasa Indonesia harus senantiasa dikembangkan agar tidak tercerabut dari akar budaya.
Bahasa Indonesia adalah cerminan budaya bangsa. Mempelajari dan mengembangkannya merupakan penjagaan terhadap kehormatan bangsa,’’ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Pardi yang hadir dalam kesempatan itu.
Menurutnya, Bahasa Indonesia belakangan ini semakin kurang dipahami dan digunakan dengan baik di negeri ini. Hal tersebut tampak pada peserta didi di banyak lembaga pendidikan. Nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Inggris siswa banyak yang lebih tinggi dari Bahasa Indonesia.
Ini menjadi keprihatinan banyak pihak, mengingat Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang dipergunakan sehari-hari. ‘’Perlu adanya langkah nyata untuk memahami Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Kalau tidak ada berbagai upaya melestarikannya maka Bahasa Indonesia bisa saja akan semakin ditinggalkan,’’ tandasnya. Dia menyambut positif upaya peningkatan kualitas dan kepedulian mahasiswa Staimafa terhadap Bahasa Indonesia di lingkungan kampus melalui kegiatan tersebut.
Apalagi, mahasiswa yang ke depan bakal menjadi pendidik. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, rasa bangga menggunakan bahasa nasional itu juga patut dipupuk. Mengingat, Bahasa Indonesia merupakan warisan budaya sekaligus identitas bangsa.(H49-36)

Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours