Rabu (14/1), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Ipmafa mengadakan diskusi bulanan perdana di tahun 2016. Bertempat di selasar lantai II dan dihadiri sekitar 50 mahasiswa PGRA, diskusi ini mengangkat isu Pentingnya Pendidikan Seks Bagi Remaja.
Diskusi ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai semangat dan minat dalam kajian ilmiah yang beragam seperti ke-paud-an maupun keilmuan umum. Selain itu, kegiatan tersebut diperlukan untuk membudayakan adanya diskusi-diskusi di kegiatan akademik Ipmafa.
Tema tentang pendidikan seks sengaja diambil untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada para mahasiswa Prodi PGRA akan pentingnya pendidikan seks kepada anak sejak kecil. Hal ini berangkat dari makin maraknya berita negatif tentang banyaknya perempuan yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Oleh sebab itu pendidikan seks menjadi penting khususnya bagi mahasiswa PGRA yang mayoritas perempuan.
Dalam kesempatan itu, Faiz Aminuddin, MA sebagai narasumber menyampaikan bahwa Islam telah lama memperhatikan dan mengajarkan pentingnya pendidikan seks bagi remaja. Faiz menguraikan beberapa hal penting tentang pendidikan seks bagi remaja seperti: cinta, adab dalam pergaulan lawan jenis, pembagian mahram, anjuran untuk menjaga kesehatan alat reproduksi, menjauhi perbuatan zina, tidak mendengarkan lagu atau melihat tayangan pornografi, selalu menjaga pandangan dan kehormatan, memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat.
“Semua hal itu jika dihayati secara dalam sebenarnya bisa menjadi benteng bagi remaja-remaja muslim/muslimah untuk tidak sembarangan dalam melakukan seks maupun tindakan-tindakan yang mengarah pada perilaku seks.“ Ungkap dosen Ipmafa yang juga lulusan Psikologi UGM ini.
Para peserta sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini berlanjut sehingga menjadi kegiatan pembelajaran mahasiswa PGRA di luar perkuliahan. Reka Pujiastuti, Ketua Bem Prodi PGRA menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan diskusi seperti ini akan terus digalakkan di lingkungan prodi PGRA minimal satu kali dalam sebulan.
Saking semangatnya, salah satu akun facebook peserta diskusi menuliskan status “Jika puncak cinta tertinggi adalah bermuara pada sang kholiq, sedangkan cinta akan kegiatan-kegiatan keilmuan merupakan salah satu wasilah (sarana) untuk mendalami ilmu-ilmu yang telah diciptakan Sang Kholiq, agar kelak kita bisa terus mendekat kepada-Nya“.
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours