PATI – Sejumlah mahasiswa Institut Pesantren Matholiul Falah (Ipmafa) dibekali ketrampilan seni peran. Meski tidak berhubungan secara langsung, namun ketrampilan tersebut dinilai dapat mengembangkan keilmuan mereka dalam bangku perkuliahan.
Puluhan mahasiswa itu diajarkan saat workshop pesantren dan seni Minggu (17/1) kemarin. Futtiri Alfu Hikmah, ketua teater Suryopati yang juga panitia workshop pesantren dan seni itu mengatakan, dalam menghadapi persaingan bebas lulusan perguruan tinggi tentu penting untuk melengkapi keilmuannya dengan sejumlah ketrampilan lainnya.
’’Seperti untuk fakultas tarbiyah sendiri seni peran bisa dimanfaatkan untuk mahasiswa yang mengambil jurusan PGRA maupun PGMI seperti mengambil tekhniknya untuk pembelajaran yang aktif dan kreatif,’’ terang Hikmah, kemarin.
Metode Mendongeng
Pembelajaran yang aktif dan kreatif itu sendiri seperti dengan dilakukan metode mendongeng yang saat ini juga banyak dikembangkan. Tidak hanya itu, dengan melakukan improvisasi dalam pembelajaran tentunya peserta didik juga dapat lebih termotivasi saat proses belajar mengajar.
’’Banyak yang sebenarnya bisa diambil dari seni peran untuk dunia pendidikan. Jadi ilmu dan teori dari bangku perkuliahan bisa semakin dikembangkan dengan ketrampilan seni peran. Manfaat itu tentu juga bisa diterapkan dalam mata kuliah lain.
Seperti fakultas dakwah dan lain sebagainya,’’tambahnya. Tidak hanya itu, Indayati salah seorang panitia lainnya mengatakan, pelatihan seni peran juga dimaksudkan agar dapat membuat mahasiswa dapat lebih membuka diri.
Pasalnya salah satu dalam materi teater juga dilakukan diskusi terkait sejumlah wacana terkini. ’’Harapannya tentu mahasiswa lebih kaya wawasannya terkait isu-isu terkini. Khususnya yang sesuai dengan kompetensi mereka,’’ ujar Inda kepada Suara Merdeka. (dwa-86)
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours