Wawasan tentang lembaga keuangan syariah dirasa perlu digalakkan terus-menerus khususnya di kalangan mahasiswa dan para guru yang tidak memiliki latar belakang keilmuan syariah. Upaya tersebut agar konsep dan produk perbankan syariah di Indonesia dapat dipahami dengan baik khususnya di kalangan akademisi Muslim.

Berangkat dari hal ini, mahasiswa Fakultas Tarbiyah Ipmafa Pati menyelanggarakan seminar tentang Literasi dan Edukasi Perbankan Syariah bagi guru PAUD, TK dan RA se-Kabupaten Pati (30/3). Bertempat di auditorium kampus, acara diikuti oleh para mahasiswa dan guru AUD yang kebetulan banyak menjadi mahasiswa aktif di Ipmafa. 

Tujuan dari forum ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para guru tentang perbankan syariah sehingga dapat memberikan pendidikan perbankan syariah kepada peserta didik sejak dini. Para guru dan manajemen sekolah juga diharapkan dapat mengelola keuangan sekolah dengan benar dan dapat memilih lembaga keuangan yang aman.

Dalam kesempatan itu, Direktur Artha Mas Abadi, Mumu Mubarok didaulat sebagai narasumber untuk menjelaskan banyak hal tentang fenomena lembaga keuangan syariah.

Dalam paparannya, Mumu menjelaskan tentang jenis-jenis lembaga keuangan dan perbedaan antara lembaga Bank dan non-Bank, perbedaan antara bank dan koprasi, dan manfaat yang didapatkan dari lembaga keuangan syariah.

“Bank memberikan layanan penyimpanan dana yang aman sekaligus memberikan pemodalan bagi pelaku usaha, bank juga cukup aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan”, jelasnya.

Para peserta cukup aktif selama mengikuti seminar yang diisi dengan sesi dialog tanya jawab di akhir acara.

Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours