Narasumber saat memaparkan materi

"Tidak dapat dipungkiri jika anak autis bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja tanpa memandang warna kulit, status sosial, status ekonomi dan sebaginya. Semua memiliki "peluang" yang sama untuk menjadi autis. Namun bukan berarti anak autis itu tidak bisa disembuhkan. Di lapangan telah ditemukan fakta tentang anak autis yang bisa hidup normal setelah melewati berbagai macam terapi. Tentunya dengan mempertimbangkan dari berat / ringannya gangguan, kecepatan diagnosis dan terapi yang didapat, usia saat menderita, dan kemampuan IQ nya" ungkap Bapak M. Yasin, Founder Sekolah Autis Yayasan Bina Anggita yang dipercaya menjadi narasumber Kuliah Umum "Pendidikan Anak Autis" yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA pada Sabtu (12/5).

Sumiyati, M.Pd.I menjelaskan jika kuliah umum ini dalam rangka membekali para peserta untuk peduli terhadap persoalan anak-anak berkebutuhan khusus, terutama pada anak autis. Karena kita tau, rata-rata kesadaran masyarakat tentang anak-anak seperti ini masih rendah. Terlebih di Pati. Sekolah Luar Biasa (SLB) hanya ada di wilayah perkotaan. Sementara di desa masih belum tersedia. Padahal anak autis itu bisa dialami siapa saja. Oleh sebab itu, dengan adanya acara seperti ini kami berharap para peserta dapat menambah pemahaman dan pengetahuan tentang anak autis, sekaligus mampu menanganinya ketika berada di lembaga pendidikan yang di ampu" jelas Kaprodi PIAUD IPMAFA ini.
Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Kurang lebih 230 peserta mengikuti kuliah umum yang diadakan sejak pukul 13.00 sampai 16.00 di Aula lantai 2 Kampus Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan tanya jawab, menyanyi, serta bagi-bagi doorprize bagi yang beruntung.
Share To:

Ahmad Nashiruddin

Post A Comment:

0 comments so far,add yours