Tips Anti Galau Kuliah Daring

 

Pandemi Covid-19 membuat semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring guna mengurangi pencegahan virus corona, tak terkecuali oleh kalangan mahasiswa. Bidang pendidikan ini merupakan salah satu bidang yang juga terdampak oleh covid-19 sejak bulan maret tahun lalu, karena demi menghentikan penyebaran virus ini semua tingkatan pendidikan harus dilakukan dari rumah secara mendadak tanpa persiapan sama sekali. Selang beberapa bulan berlangsungnya perkuliahan daring, banyak keluhan dari pembelajaran daring bahwa mereka merasa jenuh, malas, tidak produktif. Keluhan mereka hampir sama yaitu karena kuliah daring ini sangat monoton begitu-begitu saja.

Keluhan yang lain juga di rasakan oleh mahasiswa PIAUD IPMAFA dalam acara webinar yang diadakan HMPS dengan mengangkat tema “Tips Anti Galau Kuliah Daring” yang di narasumberi oleh Bunda Djingga (Kaprodi PIAUD IPMAFA). Mereka banyak merasakan kebosanan saat menjalani perkuliahan daring, ada yang merasa belum faham karena banyak mata kuliah yang seharusnya dilakukan secara praktek langsung, ada juga yang merasa galau karena koneksi internet terkadang down di saat perkuliahan sedang berlangsung, bahkan ada yang mengeluh karena selama perkuliahan telah banyak menghabiskan kuota internet. 

”Sebenarnya, dalam  masa pandemi ini kita sebagai mahasiswa justru harus menjadi agent of change. Semua kegiatan mahasiswa dilakukan secara online, jadi kita harus berusaha karena tidak ada yang tidak mungkin apalagi dalam masa pandemi ini. Misalnya dalam beberapa tugas kuliah kita bisa melakukan wawancara lewat online, mengambil video anak-anak ketika bermain, dsb.” Ungkap Bunda Djingga.

Mahasiswa diharuskan untuk memilah terlebih dahulu ketika memang ada beberapa tugas kuliah yang mewajibkan bertatap muka, dari segi persiapan protokol kesehatannya maupun kondisi orang-orang yang bersangkutan.  Karena dalam situasi seperti ini mahasiswa bukan hanya menjaga dirinya sendiri tetapi juga harus peduli dengan orang lain.  Meskipun dalam pandemi ini mahasiswa belum bisa bertatap muka secara langsung dengan dosen-dosen lainnya, semua mahasiswa harus dituntut untuk menguasai setiap media yang akan digunakan dalam perkuliahan.

Bunda Djingga juga mengatakan bahwa “mungkin saat ini mahasiswa PIAUD berada dalam titik jenuh, tetapi itu semua kembali kedalam diri masing-masing . Seringkali beliau berpesan  bahwa menjadi ibu harus pintar dan berpendidikan, karena tugasnya bukan untuk menyaingi laki-laki tetapi untuk mendidik generasi.”